5 Pejabat Pengelola Informasi dan dokumentasi

Komisi D Setujui PU Bina Marga Beli Alat Rp. 60 M


Kondisi jalan milik Provinsi Jawa Timur sepanjang 1.700 kilometer yang cukup memprihatinkan, nampaknya bakal segera teratasi. Pasalnya, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur yang membidangi masalah jalan tengah membuat terobosan menjadikan tingkat kematangan jalan Provinsi bisa diatas 80 persen. Caranya adalah dengan membeli peralatan baru senilai Rp.60 miliar. Namun dengan alat tersebut, pengerjaan jalan menjadi lebih cepat dan murah (efisien). "Kalau model konvensional pengerjaan jalan 1 kilometer membutuhkan 17 hari. Tapi dengan alat tersebut cukup seminggu dan butuh tenaga kerja beberapa orang saja untuk mengoperasikan mesin, " ujar Kadis PU Bina Marga Jatim, Supaat usai rapat dengar pendapat dengan Komisi D DPRD Jatim. Peralatan baru yang akan dibeli itu terdiri tiga jenis. Dan nantinya akan diberikan ke setiap UPT Dinas PU Bina Marga Jatim. "Pembelian alat baru melalui e-katalog tersebut juga sudah dikonsultasikan ke BPK dan dinyatakan aman, sehingga akan direalisasikan tahun ini," ujar mantan Kadis PU Pengairan dihadapan anggota Komisi E DPRD Jatim. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Hamy Wahyunianto mengaku mendukung penuh terobosan Dinas PU Bina Marga Jatim. Sebab, kondisi jalan Provinsi memang membutuhkan penanganan serius dan menjadi prioritas. "Alat itu sangat bermanfaat, sehingga Komisi D setuju dengan penbelian alat baru untuk pemeliharaan jalan, " ujar politisi asal PKS. Ia juga mendukung dana idle sebesar Rp. 5 miliar untuk stok pembelian material aspal. Alasannya, kondisi jalan mengalami rusak parah itu bersamaan dengan musim hujan yakni antara Januari-Maret. Ironisnya, di bulan-bulan tersebut anggaran APBD baru didok, sehingga pemeliharaan jalan terkendala anggaran. "Kalau punya stok, khan lebih mudah menangani kondisi jalan yang rusak, " pungkas Hamy (Panca)