6 Pejabat Pengelola Informasi dan dokumentasi

Komisi D Setujui Beli Alat Pemeliharaan Jalan Rp. 60 M


Komisi D DPRD Jawa Timur mensetujui usulan Kadis PU Bina Marga Jatim untuk membeli alat pemeliharaan jalan. Mengingatkan kondisi jalan milik Provinsi Jawa Timur sepanjang 1.700 kilometer yang rusak parah, nampaknya bakal segera teratasi. Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, Hamy Wahyunianto mengaku mendukung penuh terobosan Dinas PU Bina Marga Jatim dengan membeli alat pemeliharaan jalan dengan harga Rp 60 miliar. Dengan alat tersebut pengerjaan jalan menjadi lebih cepat dan murah (efisien) Sebab, kondisi jalan Provinsi memang membutuhkan penanganan serius dan menjadi prioritas. "Alat itu sangat bermanfaat, sehingga Komisi D setuju dengan penbelian alat baru untuk pemeliharaan jalan, " ujar politisi asal PKS. Hamy juga mendukung dana idle sebesar Rp. 5 miliar untuk stok pembelian material aspal. Alasannya, kondisi jalan mengalami rusak parah itu bersamaan dengan musim hujan yakni antara Januari - Maret. Ironisnya, di bulan-bulan tersebut anggaran APBD baru didok. sehingga pemeliharaan jalan terkendala anggaran. "Kalau punya stok, khan lebih mudah menangani kondisi jalan yang rusak, " katanya. Kadis PU Bina Marga Jatim, Supaat menjelaskan, kalau model konvensional pengerjaan jalan 1 kilometer membutuhkan 17 hari. Namun dengan alat tersebut cukup seminggu dan butuh tenaga kerja beberapa orang saja untuk mengoperasikan mesin. Peralatan baru yang akan dibeli itu terdiri tiga jenis. Dan nantinya akan diberikan ke setiap UPT Dinas PU Bina Marga Jatim. "Pembelian alat baru melalui e-katalog tersebut juga sudah dikonsultasikan ke BPK dan dinyatakan aman, sehingga akan direalisasikan tahun ini," ujar mantan Kadis PU Pengairan dihadapan anggota Komisi E DPRD Jatim, (Adi).